Program 3 juta rumah dinilai ambisius dan membutuhkan penguatan dari sisi kebijakan serta pembiayaan agar dapat berjalan efektif. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menilai program ini memang berpotensi menciptakan lapangan kerja, namun dampaknya terhadap penerimaan negara masih terbatas jika tidak dirancang secara lebih produktif. Ia menekankan pentingnya integrasi dengan skema perumahan yang sudah ada, serta model pembiayaan yang tetap terjangkau agar manfaat ekonominya bisa lebih luas.
Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan berbagai langkah pendukung, mulai dari pendataan kawasan hunian baru, pembentukan tim survei, optimalisasi aset negara, hingga pelibatan BUMN untuk penyediaan lahan. Keberhasilan program ini pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor, terutama dalam integrasi kebijakan, kesiapan lahan, dan keberlanjutan skema pembiayaan. Mampukah program 3 juta rumah benar-benar menjadi solusi perumahan sekaligus penggerak ekonomi nasional?
#3JutaRumah #Perumahan #INDEF #EstherSriAstuti #MaruararSirait #BUMN #EkonomiIndonesia #KontanNews