Pemerintah menargetkan penghentian impor solar secara bertahap mulai 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Kementerian ESDM menyebut langkah ini didukung peningkatan kapasitas kilang domestik serta implementasi biodiesel B50. Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman memastikan sejumlah pelaku usaha swasta bahkan mulai mengalihkan pembelian solar ke Pertamina. Pemerintah juga mengandalkan proyek RDMP Balikpapan yang mulai beroperasi untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Jika target ini tercapai, potensi penghematan devisa diperkirakan bisa mencapai Rp65 triliun per tahun.
Meski begitu, tantangan masih besar. Pemerintah mengakui impor solar CN51 masih dibutuhkan dalam jumlah terbatas karena produksi domestik belum sepenuhnya mencukupi. Pengamat energi juga mengingatkan bahwa keberhasilan penghentian impor tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga keandalan distribusi dan keamanan pasokan energi nasional. Di sisi lain, ketergantungan yang terlalu besar pada biodiesel juga dinilai memiliki risiko terhadap industri sawit, biaya produksi, hingga isu lingkungan. Artinya, transisi menuju solar domestik penuh membutuhkan strategi jangka panjang yang matang dan berkelanjutan.
#Solar #EnergiNasional #Biodiesel #B50 #Pertamina #KontanNews