Buku kontroversial bercerita “di balik layar” pemerintahan Trump


Senin, 22 Juni 2020 | 16:01 WIB | dilihat

Cerita mengenai Presiden AS Donald Trump memang tak habis-habisnya.



Kali ini datang dari mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat John Bolton yang menerbitkan buku berjudul The Room Where It Happened: A White House Memoir.



Bolton mengungkap informasi-informasi “di balik layar” saat menjadi bagian dari pemerintahan Trump sebagai penasihat keamanan nasional.



Dalam bukunya, Bolton menyebut Trump sebagai presiden yang berpengetahuan rendah.

Bolton mengatakan dia harus menjelaskan suatu konsep secara berulang-ulang, seperti mengapa semenanjung Korea dipecah pada tahun 1945 di akhir Perang Dunia II.

Trump tidak mau melakukan pembelajaran sistematis dan tak banyak membaca.



Bahkan Bolton bilang pengarahan intelijen seharusnya dilakukan setiap hari untuk 'mendidik' Trump.



John Bolton mengatakan bahwa Presiden Donald Trump hanya peduli soal pemilihan ulangnya sebagai presiden.



Dalam sebuah wawancara dengan Martha Raddatz dari ABC News, Bolton mengatakan dia tidak melihat apa pun di mana pemilihan ulang tidak menjadi faktor utama dalam pengambilan kebijakan.



"Banyak orang mengeluh bahwa dia memiliki rentang perhatian yang pendek dan dia tidak fokus," kata Bolton.



#KontanTV #TheRoomWhereItHappened #JohnBolton


Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved