Ekonom Rusia: Ekonomi Rusia Dalam Kondisi Buruk Meski Kremlin Bilang Sebaliknya I KONTAN News


Rabu, 22 November 2023 | 12:48 WIB | dilihat
Igor Lipsits, ekonom terkemuka Rusia, mengatakan kepada Reuters bahwa Kremlin telah memberikan gambaran positif mengenai perekonomian negaranya.

Ini dilakukan bahkan di tengah diberlakukannya sanksi Barat.

"Namun situasi sebenarnya buruk,” katanya.

Dia menambahkan, pernyataan resmi yang menggembirakan mengenai perekonomian Rusia bukanlah ukuran yang baik mengenai kinerja perekonomian Rusia.

Pasalnya, pihak berwenang Rusia hanya berusaha membuat Kremlin senang.

Komentar Lipsits menyoroti perekonomian Rusia yang tampaknya tangguh pada masa perang.

Bahkan kini dinilai berkembang pesat berkat belanja militer dan negara yang besar.

Fenomena ini membingungkan banyak ekonom, yang memperkirakan perekonomian akan terpuruk setelah invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.

Perkiraan resmi menunjukkan produk domestik bruto Rusia tumbuh 5,5% pada kuartal ketiga dibandingkan tahun lalu.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu PDB Rusia mengalami penurunan 3,5%.

Namun pertumbuhan tersebut tampaknya tidak menghasilkan kemakmuran bagi banyak warga Rusia di lapangan.

“Sebagian besar penduduk Rusia mempunyai upah yang sangat rendah,” kata Lipsits.

Hal ini juga tidak membantu jika bank sentral Rusia menaikkan suku bunga utamanya menjadi 15% untuk menopang melemahnya rubel.

Informasi saja, rubel telah merosot 16% terhadap dolar tahun ini.

Sementara itu, inflasi di Rusia mencapai 11,9% pada tahun lalu dan diperkirakan mencapai 7,0% hingga 7,5% pada tahun ini.

Lipsits mengatakan sekitar 20 juta orang di Rusia – atau 14% dari populasi – berada di ambang atau sudah berada dalam kemiskinan.

Statistik resmi menunjukkan bahwa 15,7 juta orang di Rusia hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan 14.184 rubel, atau US$ 162 per bulan, pada kuartal kedua tahun ini.


Lipsits mengatakan kepada Reuters bahwa ia memperkirakan akan terjadi stagnasi ekonomi dan kemerosotan serius setelah pemilihan presiden negara itu pada bulan Maret.

Pemimpin petahana, Vladimir Putin, diperkirakan akan memenangkan pemilu.

Rusia mengakui bahwa perekonomiannya berada di ambang kehancuran pada tahun lalu.

Namun kini mereka mengklaim bahwa negara tersebut telah berhasil melewati sanksi dan berada di jalur pertumbuhan yang kuat tahun ini.

Di sisi lain, terdapat proyeksi dari para ekonom mengingat masih adanya pembatasan terhadap perekonomiannya.

“Ada ancaman penurunan ekonomi, kami benar-benar harus memobilisasi semua sumber daya dan kekuatan internal untuk mencegah keruntuhan ini.”

Demikian kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada kantor berita Rusia TASS pada hari Minggu seperti yang dilansir dari Business Insider.

#kontantv #ekonomi #rusia #kremlin #rubel #vladimirputin #moskow

Video Terkait

Berita Terkait

Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved