Setelah bertahun-tahun pergerakan IHSG terasa “jalan di tempat”, angin segar mulai terasa di pasar saham Indonesia. Tahun ini, IHSG berpeluang mencetak pertumbuhan double digit. Optimisme ini bahkan berlanjut hingga 2026.
Tapi tunggu dulu. Pasar boleh optimistis, tapi risiko tetap mengintai. Jadi, saham apa yang layak diincar? Dan ancaman apa yang harus diantisipasi investor?
Head of Research sekaligus Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai potensi pertumbuhan IHSG didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global.
Dari dalam negeri, stabilitas ekonomi, konsumsi yang terjaga, serta belanja pemerintah menjadi penopang utama. Sementara dari global, ekspektasi penurunan suku bunga di sejumlah negara maju membuka ruang masuknya kembali aliran dana asing ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, Rully menegaskan, 2026 bukan tahun tanpa tantangan. Investor tetap harus mencermati risiko global, mulai dari ketidakpastian arah kebijakan moneter dunia, tensi geopolitik, hingga potensi perlambatan ekonomi global yang bisa memicu volatilitas pasar.
Dari sisi sektoral, saham-saham berbasis fundamental kuat dinilai masih menjadi pilihan utama. Sektor perbankan dengan likuiditas solid, emiten konsumsi yang diuntungkan daya beli masyarakat, hingga sektor berbasis komoditas yang sensitif terhadap siklus global, disebut memiliki peluang menarik—dengan catatan selektif.
Rully juga mengingatkan, euforia pasar sering kali membuat investor abai terhadap valuasi. Padahal, harga saham yang sudah terlalu mahal bisa menjadi sumber risiko baru jika ekspektasi tidak terpenuhi.
Bagi investor ritel, kondisi pasar seperti ini bisa menjadi peluang sekaligus jebakan. Potensi cuan memang besar, tapi salah memilih saham atau masuk di timing yang keliru bisa berujung kerugian.
Di sinilah pentingnya memahami bahwa pertumbuhan IHSG tidak selalu berarti semua saham akan naik bersamaan.
Menghadapi 2026, investor disarankan fokus pada saham berfundamental kuat, disiplin dengan manajemen risiko, dan tidak mudah terbawa euforia. Diversifikasi portofolio, mencermati data ekonomi, serta mengikuti imbauan otoritas pasar modal menjadi langkah penting agar peluang pasar bisa dimaksimalkan tanpa mengabaikan risiko.
#IHSG #PasarSaham2026 #PrediksiIHSG #SahamIndonesia #InvestasiSaham #BursaEfekIndonesia #AnalisSaham #TipsInvestasi #MiraeAsset #EkonomiIndonesia #SahamPilihan #PasarModal #InvestorRitel #InvestasiCerdas