KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Tren harga batubara acuan (HBA) menunjukkan penguatan pada periode kedua April 2026. Meski membawa sinyal positif, pelaku usaha batubara mencermati kenaikan harga ini belum tentu langsung mempertebal margin keuntungan perusahaan.
Data terbaru menunjukkan, mayoritas HBA batubara mengalami kenaikan. Sebagai contoh, HBA batubara untuk kalori tinggi 6.322 kcal per kilogram GAR ditetapkan senilai US$ 103,43 per ton, naik dibandingkan periode pertama April 2026 yang berada di level US$ 99,87 per ton.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai kenaikan ini merupakan dampak dari kondisi global yang dinamis.
Kalau terkait peningkatan, kata Gita, ini memang mencerminkan dinamika geopolitik global, termasuk potensi pergeseran bauran energi di sejumlah negara seperti Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang dapat kembali meningkatkan penggunaan batubara.
Kendati demikian, Gita bilang, penguatan harga ini tidak otomatis meningkatkan profitabilitas atau margin perusahaan tambang.
Menurut Gita, efektivitas kenaikan harga juga menghadapi bayang-bayang beban operasional, yang mana margin tergerus beban biaya produksi akibat kenaikan harga bahan bakar, logistik dan jasa penunjang.
Corporate Communication PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Karina Novianti menjelaskan, pergerakan HBA dipengaruhi faktor eksternal yang sulit dikendalikan. Jadi, perusahaan tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.
ADRO memilih memperkuat fundamental internal ketimbang bersandar pada kenaikan harga yang fluktuatif. "Kami tetap fokus pada segala sesuatu yang dapat kami kontrol seperti operasional untuk memastikan pencapaian target perusahaan dan efisiensi," kata dia.
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________