Di Masa Pandemi, sederet emiten RS terus tambah jaringan


Jumat, 10 September 2021 | 11:58 WIB | dilihat

Pandemi Covid-19 turut mengangkat pamor bisnis rumah sakit. Sejumlah pengelola rumah sakit terus menambah jaringan, baik dengan membangun sendiri maupun melalui akuisisi.



Terbaru, pengelola jaringan Omni Hospital PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berniat mengakuisisi 66% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK).



Rencana ekspansi SAME turut meramaikan persaingan bisnis layanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit memang rutin menggelar ekspansi usaha dengan menambah kapasitas tempat tidur setiap tahun. Mereka antara lain RS Hermina, RS Siloam, RS Mitra Keluarga, Mayapada Hospital hingga Pertamedika, yang merupakan Holding BUMN Rumah Sakit.



Bed to population ratio di Indonesia hanya 1,2:1.000. Artinya, hanya ada 1,2 tempat tidur di rumah sakit untuk setiap 1.000 penduduk di Indonesia.



Angka tersebut masih jauh dari kata ideal. Jepang misalnya, memiliki rasio 13:1.000. Sementara China memiliki rasio 4,3:1.000. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bed to population ratio setidaknya 5:1.000.



"Para pengelola rumah sakit melihat kondisi demografi penduduk Indonesia sebagai peluang untuk ekspansi," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi, Kamis (9/9).



Pemerataan jumlah rumah sakit sangatlah penting mengingat akses terhadap fasilitas kesehatan merupakan hak setiap masyarakat.



Maka dari itu, ARSSI berharap pemerintah memberikan insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha yang hendak menggarap proyek rumah sakit baru di Indonesia Timur.



Sejauh ini jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia masih dikuasai oleh Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC). Holding BUMN Rumah Sakit itu memiliki delapan anak perusahaan yang membawahi sebanyak 75 RS dan lebih dari 143 klinik se Indonesia.



#KontanTv #BisnisRumahSakit #EmitenRumahSakitTambahJaringan



Video Terkait
Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved